
ku hanya sepucuk daun kering,
yang jika terjatuh di tanah bisa terbawa angin tanpa bekas.
Aku hanya bayang hitam,
yang dapat begitu saja dihapus dari permukaan.
Didunia ini memang tak pernah merestuiku.
Setiap kali aku bersenandung,
hanya lagu balada yang menggema.
Setiap kali aku ingin tersenyum,
hanya tetes air mata yang mengalir dimataku.
Cuma kesedihan yang slalu menyelimuti tubuhku.
Hanya kegelapan yang slalu mengikuti setiap langkahku.
Kenapa senyum dan canda itu tak pernah jadi milikku?
Apa hanya dengan tangisan aku mengadu?
Apa hanya dengan sepi saja aku berteman?
Haruskah aku tambal mata ini agar tak ada tetesan air yang kelur?
yang jika terjatuh di tanah bisa terbawa angin tanpa bekas.
Aku hanya bayang hitam,
yang dapat begitu saja dihapus dari permukaan.
Didunia ini memang tak pernah merestuiku.
Setiap kali aku bersenandung,
hanya lagu balada yang menggema.
Setiap kali aku ingin tersenyum,
hanya tetes air mata yang mengalir dimataku.
Cuma kesedihan yang slalu menyelimuti tubuhku.
Hanya kegelapan yang slalu mengikuti setiap langkahku.
Kenapa senyum dan canda itu tak pernah jadi milikku?
Apa hanya dengan tangisan aku mengadu?
Apa hanya dengan sepi saja aku berteman?
Haruskah aku tambal mata ini agar tak ada tetesan air yang kelur?